Data terbaru dari Copernicus Climate Change Service dan World Meteorological Organization (WMO) menunjukkan pemanasan global kini hampir mencapai batas 1.5 derajat Celsius yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris. Copernicus menempatkan suhu rata‑rata permukaan udara 2025 pada 1.47 derajat di atas masa pra‑industri, dan mencatat 2024 sebagai tahun terpanas pada 1.6 derajat, dengan 2023 pada 1.48 derajat.
WMO merilis analisis terkonsolidasi dari delapan set data dan memberi angka 2025 sebesar 1.44 derajat di atas 1850–1900, disertai margin ketidakpastian 0.13 derajat. Rata‑rata tiga tahunan WMO untuk 2023–2025 adalah 1.48 derajat. Copernicus menggabungkan pengamatan masa lalu, data satelit, dan model komputer, sedangkan beberapa set data lain menggunakan stasiun cuaca, kapal, dan pelampung.
Sekretaris jenderal WMO mencatat bahwa meskipun 2025 dimulai dan diakhiri dengan pendinginan La Niña, tahun itu tetap termasuk salah satu yang terpanas karena akumulasi gas rumah kaca. Copernicus sebelumnya memperkirakan ambang 1.5 derajat akan terlewati pada Maret 2045, tetapi laju pemanasan saat ini membuat mereka meramalkan ambang itu bisa tercapai secepat 2030. Kepala iklim di lembaga tersebut mengatakan bumi telah menghangat sekitar 1.4 derajat dan, dengan laju 15 tahun terakhir, bisa mencapai 1.5 derajat pada akhir dekade ini.
Peneliti dan aktivis memperingatkan dampak serius, terutama bagi negara berpendapatan rendah dan menengah. IPCC memperingatkan bahwa melewati 1.5 derajat meningkatkan kemungkinan kejadian cuaca yang belum pernah tercatat. Para ahli mengaitkan peristiwa ekstrem baru‑baru ini—Hurricane Melissa, kekeringan di Brazil, serta banjir di Colombia dan Democratic Republic of the Congo—dengan pemanasan dan menyerukan tindakan cepat di luar bahan bakar fosil serta rencana yang lebih kuat untuk kerugian dan kerusakan.
Kata-kata sulit
- pemanasan global — kenaikan suhu rata-rata bumi secara luas
- margin ketidakpastian — rentang nilai yang menunjukkan ketidakpastian angka
- La Niña — fenomena iklim yang menyebabkan pendinginan permukaan laut
- akumulasi — penumpukan perlahan sesuatu dari waktu ke waktu
- gas rumah kaca — gas yang menahan panas di atmosfer bumi
- ambang — batas nilai yang penting atau kritis
- laju — kecepatan perubahan sesuatu dalam waktu
- terkonsolidasi — bergabung atau digabungkan menjadi satu kesatuan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa dampak paling penting yang mungkin dirasakan negara berpendapatan rendah jika ambang 1.5 derajat terlewati? Jelaskan alasan Anda.
- Langkah apa yang menurut Anda paling efektif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil di tingkat nasional?
- Bagaimana perbedaan metode pengukuran (satelit versus stasiun, kapal, pelampung) dapat mempengaruhi pemahaman publik tentang pemanasan global?
Artikel terkait
Aliansi Big Tech dan Pertanian Membuat Alat Mahal bagi Petani Kecil
Laporan IPES-Food memperingatkan kerja sama antara perusahaan pertanian besar dan perusahaan teknologi besar membuat alat digital dan layanan modern sulit dijangkau oleh petani kecil. Laporan juga menyoroti risiko penguasaan data dan kebutuhan tata kelola.
Dana Adaptasi Iklim di Afrika Menunjukkan Hasil
Laporan GHS dan Komisi Uni Afrika menemukan bahwa pembiayaan adaptasi iklim yang ditargetkan menghasilkan hasil terukur di beberapa negara Afrika, termasuk proyek di Benin, Ethiopia, dan Namibia. Studi mencatat perbaikan infrastruktur, hasil pertanian, dan peningkatan partisipasi perempuan.
Penelitian: Hujan Ekstrem dan Suhu Naik di Beberapa Wilayah Tanzania
Penelitian menunjukkan beberapa wilayah Tanzania menghadapi peningkatan hari hujan sangat ekstrem dan kenaikan suhu, yang berdampak pada pertanian, kesehatan, dan kota. Ahli menyerukan kebijakan lebih kuat dan kesiapsiagaan.