Para peneliti mengidentifikasi kandidat biomarker dalam darah yang membedakan kanker payudara inflamasi (IBC) dari subtipe kanker payudara lain. Temuan ini memungkinkan deteksi yang kurang invasif melalui biopsi cair dan memberi kesempatan untuk memantau respons penyakit serta mengarahkan pengembangan terapi untuk bentuk kanker yang agresif.
Studi ini memakai TGIRT sequencing, metode baru yang menggunakan enzim reverse transcriptase thermostable untuk menangkap lebih banyak jenis RNA, termasuk yang kompleks dan terfragmentasi. TGIRT dikembangkan oleh tim Alan Lambowitz di The University of Texas at Austin; sampel klinis dan wawasan medis berasal dari UT MD Anderson.
Analisis menemukan darah pasien IBC memiliki tingkat RNA noncoding yang lebih tinggi dan jumlah sel darah putih lebih besar dibandingkan darah dari orang sehat atau pasien non-IBC. Plasma pasien IBC mengandung banyak fragmen intron, sementara plasma sehat umumnya membawa fragmen mRNA. Pola ini mengindikasikan aktivasi sistem imun dan ketidakseimbangan pemrosesan splicing yang menurunkan produksi mRNA.
Kata-kata sulit
- biomarker — molekul yang menunjukkan adanya penyakit
- biopsi cair — pengambilan sampel cairan untuk pemeriksaan medis
- noncoding — RNA yang tidak diterjemahkan menjadi protein
- plasma — bagian cair dari darah tanpa sel darah
- intron — bagian gen yang dipotong saat pemrosesan RNA
- splicing — proses pemotongan dan penyambungan RNA
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurutmu, apa keuntungan biopsi cair dibanding biopsi jaringan bagi pasien?
- Bagaimana temuan tentang RNA noncoding dan fragmen intron bisa membantu pengembangan terapi untuk IBC?
- Mengapa penggunaan metode seperti TGIRT sequencing penting untuk mempelajari RNA dalam sampel klinis?
Artikel terkait
Metode Ultrasound Baru Bantu Bedakan Kista dan Massa
Peneliti mengembangkan pemrosesan sinyal ultrasound yang membedakan massa berisi cairan dan massa padat lebih akurat. Uji awal menunjukkan deteksi benar 96% dibanding 67% dengan alat konvensional; penelitian dari Johns Hopkins ini didanai federal.
Senegal luncurkan respons nasional terhadap wabah RVF
Senegal meluncurkan respons nasional lintas sektor pada 20 October di Dakar untuk menghadapi wabah demam Lembah Rift. Pemerintah meningkatkan pengawasan, vaksinasi ternak, pengendalian nyamuk, dan upaya diagnostik di wilayah terdampak.