Peneliti menemukan biomarker dalam darah yang dapat membedakan kanker payudara inflamasi (IBC) dari subtipe kanker payudara lain. Temuan ini menawarkan cara yang kurang invasif untuk mendeteksi IBC lebih dini dan untuk memantau perkembangan penyakit tanpa mengambil banyak jaringan tumor.
Tim menggunakan metode sekuensing RNA baru bernama TGIRT sequencing, yang dikembangkan di The University of Texas at Austin. Metode ini lebih baik dalam membaca molekul RNA yang kompleks atau terfragmentasi dibanding metode standar.
Hasil menunjukkan darah pasien IBC memiliki pola RNA dan sel darah putih berbeda dibanding orang sehat atau pasien non-IBC. Penemuan ini berpotensi memperbaiki diagnosis, pemantauan, dan pengembangan terapi bagi pasien IBC.
Kata-kata sulit
- biomarker — zat atau tanda di tubuh untuk menunjukkan penyakit
- inflamasi — respons tubuh terhadap luka atau infeksi, peradangan
- sekuensing — proses membaca urutan molekul genetik
- terfragmentasi — pecah menjadi beberapa bagian kecil
- diagnosis — penentuan atau pengenalan suatu penyakit
- sel darah putih — sel dalam darah yang melawan infeksi
- invasif — melibatkan prosedur yang masuk ke tubuh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda lebih memilih pemeriksaan darah daripada biopsi? Mengapa?
- Bagaimana menurut Anda pemantauan penyakit tanpa mengambil banyak jaringan bisa membantu pasien?
- Apa kekhawatiran yang mungkin timbul jika metode baru ini mulai digunakan luas?
Artikel terkait
Metode Ultrasound Baru Bantu Bedakan Kista dan Massa
Peneliti mengembangkan pemrosesan sinyal ultrasound yang membedakan massa berisi cairan dan massa padat lebih akurat. Uji awal menunjukkan deteksi benar 96% dibanding 67% dengan alat konvensional; penelitian dari Johns Hopkins ini didanai federal.