Peneliti melakukan uji acak pada anak prasekolah yang datang ke beberapa unit gawat darurat pediatrik karena mengi. Anak-anak dibagi menjadi dua kelompok; satu menerima antibiotik azithromycin dan satu menerima plasebo. Gejala dinilai berdasarkan laporan harian orangtua tentang napas, batuk, nafsu makan, suasana hati, dan gejala lain.
Analisis menunjukkan tidak ada perbaikan pada anak yang menerima azithromycin dibandingkan plasebo. Banyak anak juga membawa bakteri di nasofaring, dan sebagian besar membawa virus pernapasan, termasuk virus penyebab pilek. Peneliti menduga bakteri itu hanya mengolonisasi dan bukan penyebab utama mengi.
Karena itu, peneliti menyarankan agar dokter tidak rutin memberi antibiotik untuk episode mengi berat pada anak. Studi ini juga memperingatkan bahaya penggunaan antibiotik berlebihan dan kemungkinan resistensi obat.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian
- uji — percobaan untuk membandingkan dua kelompokuji acak
- plasebo — obat palsu tanpa bahan aktif
- gejala — tanda atau keluhan yang dilaporkan pasien
- nasofaring — bagian belakang hidung dan tenggorokan
- resistensi — ketidakmampuan obat untuk membunuh bakteri
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda setuju dokter tidak rutin memberi antibiotik pada episode mengi berat? Jelaskan singkat.
- Pernahkah Anda melihat atau mengalami anak dengan mengi? Apa yang dilakukan untuk membantu anak itu?
Artikel terkait
Mengapa nyeri kronis lebih lama pada wanita
Penelitian menemukan perbedaan pada sel imun bernama monosit yang membuat molekul pereda nyeri (IL-10). Monosit penghasil IL-10 lebih aktif pada pria, terkait hormon seks seperti testosteron, dan ini bisa menjelaskan nyeri yang berlangsung lama pada wanita.