Para peneliti melaporkan vaksin sekali suntik yang dapat memberi perlindungan terhadap influenza, COVID-19, dan respiratory syncytial virus (RSV). Sejak 2022 sistem kesehatan menghadapi "tripledemic", dan musim 2023–2024 di Amerika Serikat terkait sekitar 1 juta rawat inap gabungan.
Tim menggunakan platform bernama CoPoP untuk menyampaikan lima protein virus dalam satu suntikan: tiga protein influenza serta protein dari SARS-CoV-2 dan RSV. Agar lebih kuat, formulasi itu memasukkan bahan perangsang imun PHAD dan QS-21.
Vaksin diuji pada tikus, ferret, dan cotton rat dan menghasilkan respons imun pelindung. Para peneliti mengatakan studi lanjutan diperlukan sebelum vaksin ini bisa disetujui dan dipakai luas.
Kata-kata sulit
- perlindungan — keadaan yang menjaga dari sakit atau bahaya
- rawat inap — perawatan di rumah sakit dengan pasien menginap
- platform — sistem atau tempat untuk menyampaikan sesuatu
- formulasi — campuran bahan untuk membuat obat atau vaksin
- perangsang imun — bahan yang meningkatkan kerja sistem kekebalan
- respons imun — jawaban tubuh untuk melawan virus atau penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu mau satu vaksin yang melindungi beberapa penyakit sekaligus? Mengapa?
- Apakah menurutmu uji pada hewan penting sebelum vaksin dipakai pada manusia? Jelaskan singkat.
- Pernahkah musim flu di negaramu menyebabkan banyak orang rawat inap? Ceritakan singkat.
Artikel terkait
Suntikan lenacapavir di Zimbabwe terancam oleh perselisihan diplomatik
Zimbabwe meluncurkan fase pertama program suntik pencegah HIV dengan lenacapavir dan sudah memberi suntikan pada ribuan orang. Perselisihan diplomatik dengan AS mengancam pasokan dosis lanjutan dan menimbulkan kekhawatiran resistensi obat.
HIV Meluas di Pakistan Karena Perawatan Medis Tidak Aman
Infeksi HIV di Pakistan meningkat dan kini terkait dengan praktik medis yang tidak aman. Penyelidikan rahasia menemukan jarum suntik ulang dan prosedur sterilisasi buruk yang memicu wabah lokal dan menyebar ke perempuan serta anak-anak.