Kelompok Ekuador Lawan Disinformasi PemiluCEFR A2
28 Mar 2025
Diadaptasi dari Melissa Vida, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Hartono Creative Studio, Unsplash
Sebuah kelompok di Ekuador menghidupkan kembali cabang lokal Hacks Hackers untuk menghadapi disinformasi menjelang putaran kedua pemilihan presiden. Inisiatif ini tumbuh dari percakapan antara salah satu pendiri Openlab, seorang jurnalis, dan seorang konsultan komunikasi.
Pada 19 Februari diadakan konferensi bertema kecerdasan buatan dan disinformasi. Setelah itu, pada 22 dan 23 Februari, diselenggarakan hackathon di sebuah universitas dengan sekitar 60 peserta. Para peserta mengerjakan pemeriksaan fakta bertenaga AI, transparansi pendanaan kampanye, dan analisis narasi digital.
Tiga tim meraih hadiah dan mendapat pendampingan. Mereka mempresentasikan proyeknya lagi pada 19 Maret untuk mencari dukungan dan pendanaan.
Kata-kata sulit
- disinformasi — informasi salah yang sengaja disebarkan
- inisiatif — usaha atau proyek baru untuk tujuan tertentu
- pendiri — orang yang mendirikan organisasi atau kelompok
- konferensi — pertemuan besar untuk membahas topik tertentu
- hackathon — acara kerja tim untuk membuat proyek teknologi
- pemeriksaan fakta — proses memeriksa kebenaran informasi atau berita
- pendampingan — bantuan dan bimbingan dari orang berpengalaman
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu pemeriksaan fakta penting saat pemilihan presiden? Mengapa?
- Jika kamu ikut hackathon, proyek apa yang ingin kamu buat dan mengapa?
Artikel terkait
NeuroBridge: Alat untuk Memahami Cara Bicara Orang Autis
Peneliti Tufts mengembangkan NeuroBridge untuk membantu orang non-autis memahami preferensi komunikasi orang autis. Alat ini memberikan skenario dan pilihan respons agar pengguna belajar menyesuaikan nada, kejernihan, dan kata saat bicara.
Calon Perempuan di Uganda Diserang Secara Daring
Dalam pemilu Januari 2026 beberapa calon perempuan Uganda menghadapi serangan online seperti gambar AI, deepfake, disinformasi, dan hinaan seksual. Teknologi memperkuat kekerasan yang sudah ada dan tidak ada undang-undang khusus untuk itu.