Pada 2014 di Lilongwe, Malawi, dua wanita mengalami sakit kepala berbulan-bulan dan lalu jatuh tidak sadarkan diri. Di rumah sakit Kamuzu Central mereka baru diketahui positif HIV dan mengidap cryptococcal meningitis. Dokter melakukan tindakan untuk menurunkan tekanan di kepala yang meringankan nyeri, tetapi tidak selalu mencegah kerusakan jangka panjang. Salah satu pasien, Patricia, kehilangan penglihatan lebih dari sepuluh tahun lalu dan belum pulih.
WHO merekomendasikan rejimen obat yang termasuk amphotericin B, flucytosine dan fluconazole; pada 2022 pedoman diperbarui menjadi satu dosis tinggi liposomal amphotericin B dengan 14 hari flucytosine dan fluconazole. Flucytosine oral sulit diminum empat kali sehari, terutama bila pasien mual atau tidak sadar. Di Kamuzu sedang berlangsung uji untuk mengurangi dosis flucytosine dan memakai pelet lepas lambat buatan Viatris yang bisa dicampur air.
Kata-kata sulit
- meningitis — radang pada selaput otak dan saraf tulang belakang
- tekanan — gaya atau dorongan pada bagian tubuh atau benda
- rejimen — rencana penggunaan obat untuk penyakit tertentu
- liposomal — mengandung lemak kecil untuk membawa obat
- flucytosine — nama obat antijamur yang diminum atau diberikan
- pelet lepas lambat — bentuk obat yang larut perlahan dalam tubuh
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pelet lepas lambat dapat membantu pasien yang mual menurut teks?
- Apa kesulitan minum obat empat kali sehari yang disebutkan dalam teks?
- Bagaimana perasaanmu jika mengalami kehilangan penglihatan seperti Patricia? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Wabah Kolera Meluas di Semua Negara Bagian Sudan
Wabah kolera yang mulai pada Juli 2024 telah menyebar ke 133 wilayah di semua 18 negara bagian Sudan dengan lebih dari 105,000 kasus dan lebih dari 2,600 kematian. Musim hujan dan perpindahan penduduk memperburuk situasi dan dana darurat dibutuhkan.