Sebuah studi baru menemukan banyak pemilih Amerika memilih "netral" pada pertanyaan tentang demokrasi. Para peneliti melakukan tiga survei yang melibatkan lebih dari 45.000 pemilih terdaftar.
Survei menanyakan beberapa contoh praktik anti-demokrasi, seperti mengurangi tempat pemungutan suara, mengabaikan putusan pengadilan, lebih setia pada partai daripada Konstitusi, dan menyensor media. Sekitar separuh peserta memilih netral untuk sedikitnya satu pertanyaan, sedangkan dukungan terang-terangan jarang terlihat.
Penulis menyarankan fokus pada pemilih netral dalam kontes mendatang, termasuk pemilihan pendahuluan untuk pemilu sela 2026, agar pemilih menolak kandidat yang merusak demokrasi.
Kata-kata sulit
- demokrasi — sistem pemerintahan oleh rakyat melalui pilihananti-demokrasi
- netral — tidak berpihak ke salah satu pihak
- survei — penyelidikan dengan pertanyaan kepada banyak orang
- pemungutan suara — tempat atau proses memilih dalam pemilihan umum
- mengabaikan — tidak memperhatikan atau tidak mengikuti aturan penting
- pemilihan pendahuluan — pemilihan internal partai sebelum pemilihan umum
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda penting fokus pada pemilih netral? Jelaskan satu alasan.
- Apa yang Anda pikirkan saat membaca contoh praktik anti-demokrasi dalam teks?
- Jika Anda pemilih, apa satu hal yang membuat Anda menolak kandidat yang merusak demokrasi?
Artikel terkait
Calon Perempuan di Uganda Diserang Secara Daring
Dalam pemilu Januari 2026 beberapa calon perempuan Uganda menghadapi serangan online seperti gambar AI, deepfake, disinformasi, dan hinaan seksual. Teknologi memperkuat kekerasan yang sudah ada dan tidak ada undang-undang khusus untuk itu.
Kampanye Pemilu Bangladesh Beralih ke Media Sosial
Pemilu Parlemen Bangladesh pada 12 Februari 2026 menunjukkan pergeseran kampanye dari jalanan ke platform digital. Media sosial jadi pusat pesan politik, sementara otoritas dan platform mencoba mengatur dan menangani misinformasi serta konten buatan AI.