Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Human Behaviour memperingatkan bahwa banyak pemilih Amerika memilih jawaban netral ketika ditanya tentang praktik yang merusak demokrasi. Penelitian ini menggunakan tiga survei yang melibatkan lebih dari 45.000 orang, termasuk survei mingguan melalui panel YouGov dan dua survei pada musim panas 2024 dan 2025. Penulis utama adalah Matthew E.K. Hall, dengan rekan B. Tyler Leigh dan Brittany C. Solomon; penelitian ini didukung oleh Rooney Democracy Institute.
Peserta diminta menilai beberapa praktik anti-demokrasi, seperti mengurangi tempat pemungutan suara bagi lawan, mengabaikan putusan pengadilan, mengutamakan partai di atas Konstitusi, dan menyensor media. Sekitar separuh responden memilih netral untuk sedikitnya satu pertanyaan, dan hingga dua pertiga tidak aktif menentang tindakan semacam itu. Kurang dari satu dari lima orang secara eksplisit mendukung praktik-praktik tersebut.
Para penulis mengatakan netralitas penting karena memberi ruang bagi pejabat terpilih untuk bertindak tanpa pengawasan publik. Mereka merekomendasikan strategi persuasi baru yang menargetkan pemilih netral sebelum pemilu, termasuk pemilihan pendahuluan 2026.
Kata-kata sulit
- memperingatkan — memberi tahu tentang bahaya atau risiko
- praktik — tindakan atau kebiasaan yang dilakukanpraktik-praktik
- netralitas — sikap tidak berpihak pada salah satu pihak
- responden — orang yang menjawab pertanyaan dalam survei
- mengabaikan — tidak memperhatikan atau menolak aturan atau saran
- pengawasan — perhatian publik atau pemeriksaan terhadap tindakan
- survei — penelitian yang mengumpulkan jawaban orang banyak
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda banyak pemilih memilih jawaban netral ketika ditanya tentang praktik anti-demokrasi?
- Strategi persuasi seperti apa yang menurut Anda efektif untuk mengajak pemilih netral menolak praktik-praktik merusak demokrasi?
- Apakah menurut Anda pejabat terpilih perlu lebih banyak pengawasan publik? Jelaskan jawaban singkat Anda.
Artikel terkait
Calon Perempuan di Uganda Diserang Secara Daring
Dalam pemilu Januari 2026 beberapa calon perempuan Uganda menghadapi serangan online seperti gambar AI, deepfake, disinformasi, dan hinaan seksual. Teknologi memperkuat kekerasan yang sudah ada dan tidak ada undang-undang khusus untuk itu.
Kampanye Pemilu Bangladesh Beralih ke Media Sosial
Pemilu Parlemen Bangladesh pada 12 Februari 2026 menunjukkan pergeseran kampanye dari jalanan ke platform digital. Media sosial jadi pusat pesan politik, sementara otoritas dan platform mencoba mengatur dan menangani misinformasi serta konten buatan AI.