LingVo.club
Level
Guadeloupe: Mengubah Sampah Menjadi Sumber Daya — Level A2 — boats near island during day

Guadeloupe: Mengubah Sampah Menjadi Sumber DayaCEFR A2

20 Nov 2025

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
113 kata

Guadeloupe berupaya mengubah sampah menjadi sumber daya lewat inisiatif lokal, seni dan kebijakan publik. Menurut ORDEC, pulau ini memproduksi 346,720 tonnes sampah pada 2023. Seperempat berhasil dipulihkan, sedangkan sekitar 60 persen sisanya masih dikubur di dua fasilitas.

Di Capesterre-Belle-Eau, L’Admérane mengolah tekstil dan barang bekas. Asosiasi Le Nouveau Mode dan Béatrice Souillet menjalankan lokakarya menjahit, toko barang bekas dan layanan upcycling. Mereka juga bekerja sama dengan Orange Caraïbe untuk memulihkan barang seperti spanduk lama.

Penanggung acara mengurangi sampah festival dan asosiasi seperti Mouvances Caraïbes memberi pendidikan. Dewan Regional menargetkan bebas sampah pada 2035 dan pabrik pemulihan energi diharapkan beroperasi pada 2028. Pada September 2024, perjanjian Zero Waste in the Caribbean ditandatangani.

Kata-kata sulit

  • limbahSisa barang yang tidak terpakai atau dibuang.
    limbah.
  • mengurangiMenjadi lebih sedikit atau mengurangi jumlah.
  • kreatifMampu membuat sesuatu yang baru atau unik.
  • workshopKegiatan praktis untuk belajar sesuatu.
  • menciptakanSama dengan membuat atau menghasilkan.
  • perusahaanOrganisasi yang menjalankan bisnis.
  • masalahSesuatu yang sulit atau membutuhkan solusi.

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Mengapa Anda pikir penting untuk mengurangi limbah?
  • Bagaimana seni dapat membantu masalah limbah?
  • Apa yang bisa dilakukan masyarakat untuk mendukung inisiatif seperti L’Admérane?

Artikel terkait

Banjir dan Longsor di Huai Hin Lad Nai — Level A2
5 Nov 2025

Banjir dan Longsor di Huai Hin Lad Nai

Huai Hin Lad Nai, desa Masyarakat Adat Karen di Chiang Rai, mengalami banjir dan longsor pada September 2024. Penelitian Februari 2025 menyebut iklim dan penebangan masa lalu sebagai faktor, sementara komunitas ingin gabungkan pengetahuan adat dan sains.