Sebuah tim peneliti menggunakan laser untuk mengarahkan perangkat kecil bernama metajet dalam tiga dimensi. Temuan ini menunjukkan pendorongan optik yang lebih presisi dan berpotensi menggerakkan perjalanan ruang angkasa tanpa bahan bakar tradisional. Sebagai perbandingan, mencapai Alpha Centauri dengan roket saat ini akan membutuhkan ratusan ribu tahun.
Metajet dibuat dari permukaan meta dengan pola pada skala nano yang mengubah dan mengarahkan cahaya. Dengan begitu cahaya dapat mentransfer momentum dan mendorong perangkat. Perangkat berukuran mikron, lebih kecil dari lebar rambut manusia.
Para peneliti menguji metajet dalam cairan untuk mengurangi pengaruh gravitasi dan mengamati gerak. Mereka berencana meminta dana untuk uji di kondisi mikrogravitasi agar teknologi ini dapat dikembangkan lebih jauh.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi dan percobaan ilmiah
- laser — alat yang menghasilkan cahaya kuat dan terfokus
- mikron — satuan panjang sangat kecil, lebih kecil dari milimeter
- nano — ukuran sangat kecil pada skala atom dan molekul
- momentum — ukuran fisika yang berkaitan dengan gerak benda
- mikrogravitasi — keadaan dengan pengaruh gravitasi sangat kecil
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda tertarik melihat uji metajet di kondisi mikrogravitasi? Mengapa?
- Menurut Anda, apa keuntungan menguji metajet dalam cairan dulu?
- Apakah pendorongan optik tanpa bahan bakar tradisional penting untuk masa depan perjalanan ruang angkasa? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Virtual Vet: Permainan untuk Belajar Sains dan Penalaran
Peneliti di University of Georgia merancang permainan Virtual Vet untuk membantu siswa sekolah dasar berlatih anatomi, kesehatan, dan keterampilan penalaran. Uji coba menunjukkan anak yang memainkan permainan memperoleh skor lebih tinggi dibanding metode kelas tradisional.
Kurangnya Bukti Ilmiah Hambat Kebijakan Afrika
Lise Korsten dari African Academy of Sciences mengatakan sedikitnya bukti ilmiah yang dihasilkan di Afrika menghambat pembuatan kebijakan dan membuat benua itu lemah dalam perdagangan. AAS membangun jaringan dan program diplomasi sains untuk mengatasi masalah ini.