Grima: Seni Bela Diri Parang dari Puerto TejadaCEFR B2
19 Apr 2025
Diadaptasi dari Rowan Glass, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh J̶o̶h̶n̶n̶y̶ Sántiz, Unsplash
Di Puerto Tejada, sebuah kota mayoritas keturunan Afrika di departemen Cauca, sekelompok kecil guru mempertahankan grima atau esgrima machete, seni bela diri leluhur yang memakai parang dan tongkat pertahanan bordón. Seni ini berakar pada masa kolonial ketika orang Afrika yang diperbudak di ladang tebu mengubah parang dari alat menjadi senjata dan bentuk bela diri, lalu menggabungkannya dengan teknik pedang Eropa.
Latihan harian di House of Cacao, markas Academia de Esgrima de Machete y Bordón, ditandai oleh bunyi logam pedang. Maestro Miguellourido, yang memiliki lima puluh tahun pengalaman, menyatakan bahwa grima adalah "seni kebebasan dan perlawanan" yang diwariskan antar generasi. Aktivis dan peneliti Alicia Castillo Lasprilla menjelaskan hubungan grima dengan masakan, pengobatan, musik, tradisi lisan, dan kerajinan tangan.
Namun grima menghadapi tantangan: jumlah maestro menurun karena banyak anak muda yang beralih ke budaya perkotaan dan mestizo. Grima belum tercatat dalam National Registry of Colombian Cultural Heritage, sehingga para guru, termasuk Maestro Porfirio yang belajar di bawah Héctor Elías Sandoval, berkampanye untuk pengakuan di tingkat kotamadya, departemen, dan nasional.
Mereka berharap pengakuan membawa publisitas, program, dan dana untuk melestarikan seni ini. Di sisi lain, ada peringatan bahwa beberapa pencantuman warisan sebelumnya merugikan komunitas sumber, misalnya kasus Palenque setelah deklarasi UNESCO pada 2005 dan dampak komersial pada viche setelah pengakuan pada 2021. Sementara perdebatan tentang pengakuan berlanjut, para maestro terus mengajar dan mewariskan grima kepada murid baru di House of Cacao.
Kata-kata sulit
- grima — seni bela diri tradisional menggunakan parang dan tongkat
- esgrima — istilah untuk bentuk grima dengan pengaruh Eropa
- bordón — tongkat panjang yang dipakai untuk bertahan
- maestro — guru atau ahli yang mengajar seni grima
- melestarikan — menjaga agar kebudayaan tetap ada
- pengakuan — penghargaan atau penerimaan resmi dari pemerintah
- warisan — sesuatu yang diturunkan dari generasi sebelumnya
- kotamadya — pemerintahan lokal di tingkat kota
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pengakuan resmi bisa membantu sekaligus merugikan komunitas yang memiliki grima? Jelaskan dengan alasan.
- Langkah praktis apa yang bisa diambil oleh komunitas lokal untuk melestarikan grima tanpa terlalu bergantung pada dana luar?
- Menurut Anda, bagaimana peran generasi muda dalam kelanjutan atau perubahan tradisi seperti grima? Beri contoh.
Artikel terkait
Seniman Sahel: Ketahanan dan Kreativitas di Mali, Niger, Burkina Faso
Sebuah film dokumenter oleh Joël Hevi menampilkan para seniman dan pelaku usaha budaya di Mali, Niger, dan Burkina Faso. Film itu menunjukkan kreativitas, ketahanan, dan peran budaya untuk membangun komunitas meski ada risiko keamanan.
Pameran tentang Warisan Buruh Kontrak di Karibia
Antara 1834 dan 1920 banyak orang tiba di Karibia sebagai buruh kontrak, sebagian besar dari India. Pameran oleh Gabrielle Hosein dan Abigail Hadeed menampilkan foto, tumbuhan, dan karya yang mempertanyakan stereotip serta menghubungkan masa lalu dan kini.
Ageisme dalam keluarga menurut penelitian NYU
Peneliti NYU mempelajari ageisme di keluarga dan menggambarkan bagaimana stereotip dan tradisi memengaruhi perlakuan terhadap lansia. Makalah itu menyoroti dampak negatif dan memberi rekomendasi praktis; temuan juga dibagikan di Futurity.