Budj Bim dan Sistem Penangkaran Belut KunoCEFR B1
26 Apr 2026
Diadaptasi dari Kevin Rennie, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Shalev Cohen, Unsplash
Budj Bim, di bagian barat Victoria, adalah lokasi salah satu sistem akuakultur tertua di dunia. Gunditjmara, pemilik adat tanah itu, membudidayakan belut dan membangun jebakan serta saluran batu yang membantu mengatur aliran air. Salah satu sistem penangkapan dan pemeliharaan belut itu diperkirakan berusia sekitar 6.600 tahun menurut penanggalan karbon.
Situs Budj Bim dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 2019 dan menjadi yang pertama dicatat karena nilai budaya saja. Selama pencalonan, Gunditj Mirring Traditional Owners Aboriginal Corporation membuat sebuah video untuk menjelaskan situs itu.
Penelitian arkeologi menunjukkan adanya ratusan struktur berbatu dekat jebakan yang mungkin merupakan rumah, sehingga kemungkinan ada pemukiman permanen sebelum kontak Eropa. Minat publik juga bertambah karena unggahan media sosial dan tur berpemandu serta fasilitas seperti pusat penangkaran di Lake Condah.
Kata-kata sulit
- akuakultur — budidaya organisme air untuk konsumsi
- membudidayakan — memelihara dan menumbuhkan makhluk hidup
- penanggalan karbon — metode ilmiah untuk menilai usia benda
- pencalonan — proses mengajukan sesuatu untuk penilaian resmi
- arkeologi — studi tentang sisa budaya dan masa lalu manusia
- pemukiman — kelompok rumah tempat orang tinggal lama
- unggahan — konten yang dibagikan di media sosial
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda peran unggahan media sosial dan tur berpemandu dalam meningkatkan minat publik pada situs seperti Budj Bim?
- Mengapa penting melindungi situs budaya yang sangat tua? Jelaskan dengan satu atau dua alasan.
- Apakah ada situs sejarah atau budaya di daerah Anda yang perlu dilindungi juga? Ceritakan singkat dan jelaskan mengapa.
Artikel terkait
Residu dupa di Pompeii mengungkap bahan lokal dan impor
Analisis residu dari pembakar dupa di Pompeii dan vila dekatnya menemukan tumbuhan lokal, getah pohon yang diduga impor dari kawasan tropis, dan produk anggur yang dipakai dalam ritual. Studi ini memakai teknik laboratorium modern dan ditampilkan di pameran permanen taman arkeologi.