Sinema Queer di Azerbaijan: Suara Baru di Tengah TekananCEFR A2
4 Des 2025
Diadaptasi dari Adila Aghayeva, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Zulfugar Karimov, Unsplash
Di Azerbaijan, pelanggaran hak dan ujaran kebencian terhadap LGBTQI+ sering terjadi. Marginalisasi juga terlihat dalam seni dan perfilman lokal. Beberapa pembuat film queer adalah pengarang trans dan non-biner serta lulusan Azerbaijan State University of Culture and Arts.
Beberapa film kecil dan dokumenter merekam kehidupan yang lama terhapus. All Monsters Are Human menampilkan wawancara dan animasi tentang trauma Roma, Lady Cat, dan Lisa yang hidup antara Baku dan Istanbul. Sinema lama sering menggambarkan orang queer sebagai bahan ejekan, dan belum ada film arus utama yang menampilkan kehidupan LGBTQI+ secara positif.
Investigasi QueerRadar melaporkan bahwa antara 2013 dan 2023 ada serangan dan pembunuhan terhadap orang LGBTQI+. Film independen kini mulai membangun sejarah sinema queer di negara itu.
Kata-kata sulit
- pelanggaran — tindakan yang merugikan hak seseorang
- ujaran kebencian — kata-kata yang menghina kelompok orang
- marginalisasi — perlakuan yang membuat kelompok terpinggirkan
- perfilman — kegiatan membuat dan menayangkan film
- dokumenter — film yang memberi informasi nyata tentang kehidupan
- wawancara — percakapan tanya jawab untuk mendapatkan informasi
- animasi — gambar bergerak yang dibuat dengan teknik khusus
- trauma — luka psikologis setelah pengalaman sangat menyedihkan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa film independen penting menurut teks?
- Bagaimana sinema lama menggambarkan orang queer menurut teks?
- Apakah kamu pernah menonton dokumenter? Ceritakan satu kalimat tentangnya.
Artikel terkait
Perjalanan Sofa9a: migrasi dari Venezuela ke Kolombia
Sofa9a (nama samaran) menceritakan migrasinya dari Venezuela ke Saravena, Arauca pada 13 Januari 2021. Cerita ini menjelaskan kesulitan kesehatan, pekerjaan, izin perlindungan, diskriminasi, dan dukungan yang mereka alami hingga kembali ke Venezuela awal 2023.
Farzana Sithi dan Perjuangan Perempuan setelah Juli–Agustus 2024
Farzana Sithi, aktivis dari Jessore, menjadi suara terkenal untuk hak perempuan setelah pemberontakan Juli–Agustus 2024. Ia melaporkan kekerasan, pelecehan daring, dan kegagalan pemerintah dalam menangani korban dan kuota perempuan.