Peran Tiongkok di Asia Tengah setelah BRICEFR A1
4 Des 2025
Diadaptasi dari Brian Hioe, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Darrell Chaddock, Unsplash
- Tiongkok menjadi aktor penting di Asia Tengah.
- Tiongkok dan negara di sana bekerja sama.
- Mereka biayai proyek infrastruktur dan industri.
- Proyek itu meliputi kendaraan listrik dan energi.
- BRI mulai dirumuskan pada 2013.
- Kazakhstan berbatasan dengan Xinjiang di Tiongkok.
- Banyak pemerintahan di kawasan stabil dan otoriter.
- Kyrgyzstan berbeda dan sulit diprediksi.
Kata-kata sulit
- aktor — orang atau kelompok yang melakukan tindakan
- bekerja sama — melakukan pekerjaan bersama orang atau negara lain
- biayai — memberi uang untuk sebuah proyek atau kegiatan
- infrastruktur — bangunan dan fasilitas dasar untuk sebuah negara
- industri — kegiatan membuat barang di pabrik atau perusahaan
- meliputi — mencakup atau termasuk beberapa bagian atau hal
- pemerintahan — kelompok orang yang mengatur sebuah negara
- otoriter — memerintah dengan kekuatan besar, tidak demokratis
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah melihat kendaraan listrik?
- Apakah pemerintahan di tempatmu stabil atau sulit diprediksi?
- Apakah kamu pernah mendengar tentang proyek besar di negaramu?
Artikel terkait
Penutupan Selat Hormuz dan Dampak Ekonomi Global
Penutupan Selat Hormuz menaikkan harga minyak dan bensin serta mengganggu pasokan bahan bakar, plastik, aluminium, dan pupuk. Gangguan ini menyebar lewat produksi, transportasi, dan logistik, dengan dampak yang muncul beberapa bulan kemudian.
Studi: Ketidakamanan Energi Tingkatkan Kecemasan dan Depresi di AS
Sebuah studi oleh Michelle Graff dari Georgia Tech yang diterbitkan di JAMA Network Open menemukan ketidakamanan energi terkait gejala kecemasan dan depresi pada rumah tangga AS. Peneliti menyarankan penyaringan ketidakamanan energi oleh layanan kesehatan.
Kazakhstan dan China setuju bangun pembangkit nuklir
Kazakhstan menyepakati proyek dengan China untuk membangun pembangkit nuklir kedua dan ketiga menggunakan reaktor HPR-1000 (2,4 GW). Langkah ini dimaksudkan untuk mengatasi kekurangan listrik dan mengurangi ketergantungan pada batu bara.