Penelitian yang dipimpin oleh Charles M. Rice dan dipublikasikan di jurnal Immunity menunjukkan bahwa otak tikus mulai menyiapkan respons imun dalam beberapa jam setelah infeksi perifer. Walau perjalanan virus melalui tubuh bisa memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu, interferon dan gen yang distimulus interferon (ISGs) sudah aktif di otak saat virus sendiri belum terdeteksi di sana.
Para peneliti menyuntikkan West Nile Virus ke telapak kaki tikus dan memetakan respons terhadap berbagai pola molekuler terkait patogen (PAMPs). Mereka menemukan otak merespons secara spesifik pada PAMP yang berbeda dan mengaktifkan program transkriptomik berbeda. Ketika tikus diberi poly(I:C) di telapak kaki, kelangsungan hidup meningkat setelah infeksi langsung di otak, termasuk melawan virus terkait dan virus yang tidak berhubungan dalam percobaan.
Analisis menunjukkan poly(I:C) memicu interferon tipe I sistemik yang menginduksi ISGs pada sel endotel mikrovasular otak (BMECs) pembentuk penghalang darah-otak. BMECs kemudian meneruskan sinyal ke sistem saraf pusat dan mendorong sel imun bawaan seperti mikroglia untuk bersiap. Penulis menyebut penghalang darah-otak sebagai pusat pensinyalan imun otak.
Kata-kata sulit
- interferon — protein yang membantu sel melawan infeksi virus
- patogen — agen atau organisme penyebab penyakit pada tubuh
- transkriptomik — studi tentang aktivitas gen pada tingkat RNA
- endotel — sel yang melapisi pembuluh darah kecilendotel mikrovasular otak
- penghalang darah-otak — lapisan yang melindungi otak dari zat berbahaya
- mikroglia — sel imun bawaan yang ada di jaringan otak
- poly(I:C) — molekul sintetis yang meniru RNA virus
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurut Anda penting bahwa otak dapat mempersiapkan respons imun sebelum virus tiba di sana?
- Bagaimana peran penghalang darah-otak dalam komunikasi imun otak menurut teks?
- Apakah Anda pikir pengobatan yang menstimulasi respons sistemik seperti poly(I:C) aman untuk manusia? Jelaskan alasan singkat Anda.
Artikel terkait
Bagaimana Kongres Bereaksi di Media Sosial Setelah Penembakan Massal
Studi menganalisis posting anggota Kongres di X selama dua tahun dan menemukan perbedaan besar antara dua partai. Demokrat cenderung menulis tentang senjata segera setelah penembakan, sedangkan Republik jarang menunjukkan respons serupa.
Tempat Tinggal dan Risiko Kanker Paru
Penelitian baru yang dipublikasikan di BMC Public Health menunjukkan bahwa tempat tinggal dapat mempengaruhi risiko kanker paru-paru selain faktor individu seperti merokok. Ringkasan studi tidak memaparkan semua metode atau rekomendasi kebijakan.
Gelombang Otak Menyimpan Informasi Saat Membentuk dan Mengingat Ingatan
Peneliti merekam aktivitas listrik di otak pasien yang akan operasi epilepsi dan menemukan pola gelombang spasial yang berubah sesuai perilaku. Pola ini membantu mendekode apakah orang sedang menyandi atau mengingat suatu ingatan.
Gagandeep Kang: Vaksin Rotavirus dan Pencegahan Wabah di India
Gagandeep Kang meminta India menyiapkan alat untuk mencegah wabah virus dengan mengembangkan vaksin rotavirus buatan dalam negeri dan memperkuat surveilans. Ia menekankan pentingnya pemerataan vaksin, bukti ilmiah, dan komunikasi sains yang berkelanjutan.