Sejumlah 130 orang dengan obesitas berat diikuti selama satu tahun oleh tim peneliti setelah mereka menjalani diet rendah kalori dan kehilangan rata-rata 13.7 kg. Peserta kemudian dibagi menjadi empat kelompok: olahraga saja, liraglutide saja, kombinasi olahraga dan liraglutide, serta plasebo.
Peneliti mengukur ketebalan dinding arteri karotis sebagai penanda risiko kardiovaskular. Kelompok yang berolahraga mengalami pengurangan ketebalan dinding arteri sekitar 6–7%. Kelompok yang hanya mendapat liraglutide atau plasebo tidak menunjukkan perbaikan serupa.
Selain itu, beberapa penanda peradangan turun pada peserta aktif secara fisik. Menggabungkan olahraga dengan obat memberi penurunan berat badan lebih lanjut dan memperbaiki beberapa penanda fungsi pembuluh darah. Aktivitas olahraga rata-rata sekitar dua setengah jam per minggu dan diukur dengan monitor detak jantung. Peserta berada di pertengahan 40-an dan belum mengembangkan diabetes atau penyakit jantung.
Kata-kata sulit
- obesitas — kondisi tubuh dengan kelebihan lemak
- ketebalan — ukuran seberapa tebal suatu lapisan
- arteri karotis — pembuluh nadi di leher yang besar
- penanda — tanda yang menunjukkan kondisi kesehatan
- peradangan — reaksi tubuh terhadap cedera atau infeksi
- plasebo — obat palsu tanpa zat aktif
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda lebih memilih program olahraga atau obat untuk menurunkan risiko kardiovaskular? Jelaskan singkat alasan Anda.
- Menurut Anda, apakah rata-rata dua setengah jam olahraga per minggu praktis untuk kebanyakan orang? Apa kendala yang mungkin muncul?
- Jika anggota keluarga Anda mengalami obesitas berat, tindakan apa dari artikel ini yang akan Anda sarankan dan mengapa?
Artikel terkait
Kekhawatiran tentang Polisi dan Risiko Jantung pada Perempuan Kulit Hitam
Studi menemukan hubungan antara kekhawatiran tentang kebrutalan polisi—terutama khawatir soal anak—dengan penanda risiko kardiovaskular pada perempuan kulit hitam di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan pengukuran ketebalan intima-media karotis sebagai indikator risiko.
Tinggal di Kota Terkait Risiko Stroke Lebih Rendah
Penelitian di AS mengikuti lebih dari 25.000 orang dewasa dan menemukan risiko stroke pertama 2,5% lebih rendah di daerah dengan pembangunan lebih tinggi. Studi memakai data REGARDS dan data satelit untuk mengukur intensitas pembangunan sekitar hunian.
Kutu Manusia dan Wabah Pes di Madagascar
Wabah pes masih terjadi di beberapa negara, terutama Madagascar. Penelitian menemukan kutu manusia (Pulex irritans) berperan dalam penyebaran dan mengaitkan infestasi kutu dengan kebiasaan rumah tangga serta penggunaan insektisida yang berisiko.