Ilmuwan dari Universitas Zurich memperkenalkan model baru tentang interior Uranus dan Neptunus. Mereka mempertanyakan klasifikasi kedua planet sebagai "raksasa es" yang selama ini dianggap didominasi oleh es, seperti air.
Tim dipimpin oleh mahasiswa PhD Luca Morf dan diprakarsai oleh profesor Ravit Helled. Metode dimulai dari profil kerapatan acak, lalu dihitung medan gravitasi yang cocok dengan data pengamatan. Siklus ini diulang berkali-kali untuk menemukan komposisi yang mungkin.
Hasilnya menunjukkan kedua planet bisa kaya air atau kaya batuan. Model juga menjelaskan medan magnet non-dipol dengan lapisan "air ionik". Para peneliti menegaskan data saat ini belum cukup, sehingga diperlukan misi khusus ke Uranus dan Neptunus.
Kata-kata sulit
- interior — bagian dalam suatu planet atau benda besar
- raksasa es — planet besar yang diduga banyak mengandung es
- kerapatan — ukuran jumlah materi dalam satu volume
- medan gravitasi — gaya tarik yang dihasilkan oleh sebuah planet
- komposisi — susunan bahan atau unsur penyusun suatu objek
- air ionik — air yang mengandung ion dan bersifat konduktor
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa para peneliti mengatakan data saat ini belum cukup?
- Jika kamu ikut misi ke Uranus atau Neptunus, apa yang ingin kamu pelajari?
Artikel terkait
Sains warga bantu pantau kesehatan dan SDG
Tinjauan ilmiah menemukan sains warga dapat membantu memantau indikator kesehatan dan kesejahteraan yang terkait SDG dan Target Triple Billion WHO. Studi ini menunjukkan potensi besar, contoh praktik, serta tantangan kualitas dan partisipasi.
Connie Nshemereirwe: Sains, Pendidikan, dan Kolaborasi di Afrika
Connie Nshemereirwe, spesialis pengukuran pendidikan dan mantan insinyur, mengajak penelitian di Afrika tumbuh dari akar rumput dan memperkuat hubungan antarilmuwan di global Selatan. Ia juga membahas komunikasi sains dan dampak penutupan sekolah selama pandemi.