Penelitian mengikuti lebih dari 8.000 orang dewasa selama 11 tahun. Peserta pertama kali mengisi penilaian minat vokasional pada 2011–2012. Penilaian itu mengukur enam dimensi: Realistis, Investigatif, Artistik, Sosial, Kewirausahaan, dan Konvensional.
Lebih dari satu dekade kemudian, peneliti menelaah hasil besar di bidang pekerjaan, hubungan, dan kehidupan komunitas. Mereka menemukan bahwa minat vokasional masih relevan dan memprediksi hasil penting pada masa paruh baya dan usia lanjut.
Peneliti berharap hasil ini mendorong penggunaan penilaian minat untuk membantu orang dari berbagai usia memilih karier dan kehidupan.
Kata-kata sulit
- penelitian — kegiatan sistematis untuk mencari informasi baru
- penilaian — proses menilai atau mengukur sesuatu
- minat vokasional — keinginan memilih pekerjaan atau karier
- dimensi — bagian atau aspek berbeda dari sesuatu
- memprediksi — mengatakan apa yang mungkin terjadi nanti
- paruh baya — masa hidup antara dewasa muda dan usia tua
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mengikuti tes minat atau penilaian karier? Ceritakan singkat.
- Menurutmu, kapan orang dewasa perlu memikirkan minat vokasional mereka lagi?
- Bagaimana penilaian minat bisa membantu orang memilih pekerjaan atau komunitas?
Artikel terkait
Tes Darah Mempercepat Diagnosis Limfoma Burkitt
Peneliti di Afrika Timur menemukan bahwa biopsi cair (tes darah) dapat mempercepat diagnosis limfoma Burkitt sehingga anak dapat mulai pengobatan lebih cepat. Studi dilakukan di Tanzania dan Uganda dan menunjukkan hasil yang menjanjikan meski ada tantangan teknis.
Tes kontras deteksi masalah penglihatan pada orang tua
Studi menemukan bahwa kesulitan membaca lebih dari enam baris pada grafik huruf pudar bisa menjadi tanda awal masalah penglihatan pada orang dewasa lebih tua. Pengujian sensitivitas kontras dapat menjelaskan kesulitan sehari-hari seperti melihat wajah atau membaca.
Kebutuhan Psikologis Dasar Mempengaruhi Perilaku Minum Alkohol
Penelitian menunjukkan orang yang kebutuhan psikologisnya terpenuhi cenderung minum dengan lebih aman. Studi mengaitkan otonomi, kompetensi, dan koneksi dengan pilihan minum yang lebih bertanggung jawab dan risiko penyalahgunaan lebih rendah.