LingVo.club
Level
Banjir Bandang di Pakistan Utara Agustus 2025 — Level B2 — a river running through a lush green hillside

Banjir Bandang di Pakistan Utara Agustus 2025CEFR B2

2 Sep 2025

Level B2 – Menengah-atas
7 mnt
371 kata

Pada pertengahan dan akhir Agustus 2025, bagian utara Pakistan mengalami banjir bandang besar yang memperparah bencana sejak akhir Juni. Peristiwa ini telah menewaskan lebih dari 800 orang dan menyebabkan ribuan kehilangan tempat tinggal, dengan kerusakan berat pada jalan, rumah, dan infrastruktur di Khyber Pakhtunkhwa, Punjab, dan Gilgit-Baltistan. Otoritas terus melakukan operasi penyelamatan dan evakuasi di wilayah yang paling parah.

Situasi memburuk sekitar 14 Agustus; kerusakan paling parah tercatat antara 15 dan 22 Agustus. Distrik Buner dan Shangla termasuk yang paling terimbas, di mana desa-desa terputus karena jalan terhanyut. Sungai seperti Sutlej dan Ravi naik tajam, dan gelombang banjir bergerak menuju Sindh, yang sedang melakukan persiapan mitigasi.

Beberapa faktor bersama-sama menyebabkan bencana ini: hujan pramonson dan monson yang tidak biasa, sekitar 50–60 persen di atas normal, membuat sungai meluap; selain itu pelepasan air dari waduk hulu di India menaikkan muka sungai hilir. India menyatakan telah memperingatkan Pakistan setelah membuka beberapa gerbang air, sedangkan Pakistan menyebut informasi itu tidak tiba tepat waktu. Para ahli juga menyoroti perubahan iklim dan percepatan pencairan gletser sebagai penyebab mendasar: Pakistan memiliki lebih dari 13,000 gletser, dan sekitar 10,000 gletser di Chitral serta Gilgit-Baltistan dilaporkan mencair cepat.

Pada minggu ketiga Agustus, sebuah gletser meledak di Gilgit-Baltistan sehingga sedikitnya 200 orang dievakuasi; laporan pada 23 Agustus menyatakan air bercampur puing dan batu besar membendung sungai selama berjam-jam dan membentuk dua danau besar. Banjir karena pecahnya danau gletser (GLOF) dan hujan ekstrem kini semakin sulit diprediksi dan dapat terjadi dengan sedikit peringatan.

Sebagai respons, proyek bersama UNDP dan Pakistan bernama "Scaling-up of GLOF risk reduction in Northern Pakistan (GLOF-II)", didanai Green Climate Fund dengan USD 36.9 million, telah memasang stasiun cuaca dan sistem peringatan dini di 24 lembah, memasang alat ukur dan sensor, membangun atau memperbarui sekitar 250 struktur pelindung, serta melatih komunitas lokal. Pejabat menyatakan langkah-langkah ini membantu tetapi tidak cukup mengingat skala ancaman. Spesialis kemanusiaan Dr Shafqat Munir Ahmad merekomendasikan pendekatan tiga arah: meningkatkan kesadaran masyarakat, melakukan tindakan antisipatif dengan dana yang disepakati sebelumnya, dan memperbaiki komunikasi antar tingkat pemerintahan. Ia juga menekankan kebutuhan peringatan dini dalam bahasa lokal, penegakan kode bangunan, rekonstruksi sesuai prinsip "build back better", serta penilaian lingkungan sebelum proyek infrastruktur atau komersial baru disetujui.

Kata-kata sulit

  • banjir bandangbanjir tiba-tiba dan deras yang merusak luas
  • mitigasitindakan untuk mengurangi dampak atau risiko
  • wadukdanau buatan untuk menyimpan air
  • muka sungaitinggi permukaan air sungai pada suatu waktu
  • gletserlapisan es besar yang bergerak di gunung
  • mencairberubah dari es menjadi air cair
    mencair cepat
  • danau gletserdanau yang terbentuk dari air lelehan gletser
  • peringatan dinisistem memberi tahu bahaya sebelum terjadi

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana menurut Anda pemasangan stasiun cuaca dan peringatan dini dapat mengurangi risiko bagi komunitas lokal? Berikan alasan atau contoh.
  • Teks menyebutkan perlunya komunikasi antar tingkat pemerintahan dan penggunaan bahasa lokal untuk peringatan. Mengapa aspek-aspek ini penting dalam keadaan darurat seperti banjir? Jelaskan dengan contoh atau alasan.

Artikel terkait

Krisis Pendidikan di Madagascar — Level B2
28 Okt 2025

Krisis Pendidikan di Madagascar

Sistem pendidikan di Madagascar melemah selama 20 tahun dan kini menghambat pembangunan. Masalah ada dari sekolah dasar sampai universitas: guru tidak berkualifikasi, fasilitas rusak, pengangguran pemuda, dan korupsi.