Para peneliti di Rice University membuat sebuah perban hidup yang menghasilkan sitokin terapeutik secara lokal seiring waktu. Sel hidup dikapsulasi dalam matriks hidrogel biokompatibel yang memungkinkan nutrisi dan protein berpindah tetapi melindungi bahan hidup dari respons imun tubuh.
Patch ini memuat sel ARPE-19 yang direkayasa untuk menyekresikan sitokin seperti IL-10, IL-12 dan TGF-β. Desainnya modular, sehingga sel atau protein yang dihasilkan dapat diganti sesuai kebutuhan terapi.
Dalam uji praklinis pada tikus dan babi, patch mempercepat penyembuhan luka. Analisis RNA dan transkriptomik menunjukkan peningkatan ekspresi gen yang terkait regenerasi jaringan dan modulasi imun. Penelitian ini dilaporkan di Nature Biomedical Engineering dan mendapat dukungan dari DARPA.
Kata-kata sulit
- sitokin — Protein yang mengatur respon dan perbaikan tubuh
- kapsulasi — Proses memasukkan benda hidup ke dalam kapsuldikapsulasi
- hidrogel — Bahan seperti gel yang mengandung air
- biokompatibel — Cocok dengan jaringan tubuh tanpa kerusakan
- praklinis — Tahap penelitian sebelum pengujian pada manusia
- regenerasi — Proses perbaikan atau tumbuhnya kembali jaringan
- transkriptomik — Studi semua RNA untuk melihat ekspresi gen
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju penggunaan perban hidup untuk penyembuhan luka? Mengapa?
- Bagaimana desain modular bisa membantu memilih sel atau protein untuk terapi?
- Mengapa uji pada hewan penting sebelum uji pada manusia?
Artikel terkait
Tinggal di Kota Terkait Risiko Stroke Lebih Rendah
Penelitian di AS mengikuti lebih dari 25.000 orang dewasa dan menemukan risiko stroke pertama 2,5% lebih rendah di daerah dengan pembangunan lebih tinggi. Studi memakai data REGARDS dan data satelit untuk mengukur intensitas pembangunan sekitar hunian.
Dokter Keluarga di Daerah Pedesaan AS Berkurang Sejak 2017
Kekurangan dokter perawatan primer di Amerika Serikat meningkat sejak 2017, dengan penurunan terbesar di daerah pedesaan. Studi menemukan kehilangan bersih 11% dokter keluarga antara 2017 dan 2023 serta perpindahan orang usia 25–44 ke pedesaan.