Petugas kesehatan garis depan di Republik Demokratik Kongo menghadapi kemarahan dan ketidakpercayaan. Mereka merespons wabah Ebola baru. Para ahli berbicara pada pengarahan Global Virus Network pada 10 Juni.
Per 11 Juni, DRC mencatat 635 kasus terkonfirmasi dan 127 kematian. Negara itu juga memiliki masalah kesehatan lain seperti malaria, HIV, kolera dan malnutrisi.
Para ahli mengatakan kemarahan dan runtuhnya kepercayaan menghambat upaya respons. WHO memperingatkan komunitas kecewa karena petugas hanya datang untuk Ebola. Respons harus lebih luas dan mencakup WASH, keamanan, malaria, campak dan mpox.
Kata-kata sulit
- kemarahan — perasaan marah yang kuat terhadap sesuatu
- ketidakpercayaan — kondisi tidak percaya kepada orang atau lembaga
- wabah — penyakit menular yang menyebar pada banyak orang
- mencatat — menulis atau merekam data resmi tentang sesuatu
- malnutrisi — kondisi tubuh karena kurang gizi atau salah gizi
- menghambat — membuat sesuatu berjalan lebih lambat atau terhalang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perasaan komunitas terhadap petugas kesehatan menurut teks?
- Sebutkan masalah kesehatan lain di DRC yang disebutkan dalam teks.
- Mengapa para ahli mengatakan respons harus lebih luas?
Artikel terkait
Brazil Dekriminalisasi Kepemilikan Ganja untuk Penggunaan Pribadi
Pada Juni 2024 Mahkamah Agung Brazil menyetujui dekriminalisasi kepemilikan ganja untuk penggunaan pribadi. Kepemilikan hingga batas tertentu dianggap bukan tindak pidana, dan keputusan itu berpotensi mengurangi kepadatan penjara.
Studi: Glukometer Murah Bisa Deteksi Hipoglikemia Neonatal
Sebuah studi yang dipimpin Rice360 menguji 11 glukometer portabel untuk melihat apakah alat murah yang biasa dipakai dewasa bisa mengukur gula darah bayi baru lahir dengan benar. Hasil menunjukkan beberapa alat murah andal, sementara yang lain tidak.
Terapi Alternatif Terkait Kelangsungan Hidup Kanker Payudara
Sebuah studi menemukan penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif (CAM) terkait dengan penurunan kelangsungan hidup pasien kanker payudara. Analisis data lebih dari 2 juta pasien menunjukkan risiko kematian lebih tinggi pada pengguna CAM saja dan pada kombinasi terapi.