Madagascar mengalami pemadaman listrik dan pengurangan pasokan air yang lama. Fasilitas rusak, muka air rendah saat kemarau, dan beberapa bendungan tidak berfungsi penuh, sehingga layanan berkurang.
Pada September 2025 gerakan Generasi Z bernama "Leo Délestage" mengajak protes damai lewat media sosial. Pada 25 September 2025 pihak berwenang melarang unjuk rasa di taman Ambohijatovo, tetapi banyak orang tetap berkumpul. Polisi menggunakan gas air mata dan melakukan penangkapan. Malam itu terjadi penjarahan dan perusakan, lalu polisi mengumumkan jam malam dari jam 19.00 sampai 05.00.
Kata-kata sulit
- protes — Tindakan untuk menyatakan ketidaksetujuan.
- pemadaman — Kondisi tidak ada listrik.
- demonstrasi — Kegiatan berkumpul untuk menyuarakan pendapat.
- kekerasan — Tindakan fisik yang menyakiti orang lain.
- situasi — Keadaan atau kondisi saat ini.
- pemerintah — Organisasi yang memimpin sebuah negara.
- solusi — Jawaban atau cara mengatasi masalah.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa perubahan dianggap penting oleh kaum muda di Madagaskar?
- Bagaimana cara yang lebih baik untuk menyelesaikan protes?
- Apa dampak dari protes bagi masyarakat?
- Mengapa orang merasa tidak puas dengan langkah pemerintah?
Artikel terkait
Dubioza Kolektiv: 'Yebiga', Kritik pada Kecerdasan Buatan
Grup Bosnia Dubioza Kolektiv merilis lagu berjudul "Yebiga" yang mengkritik ketergantungan pada kecerdasan buatan dan algoritme. Video satir menampilkan citra elit teknologi dan perangkat fiksi HEPEK, serta menerima banyak tayangan di YouTube.
Aktivis Kongo Melawan "Kutukan Sumber Daya" Secara Damai
François Kaserake Kamate, aktivis dari timur Republik Demokratik Kongo, menentang eksploitasi mineral yang memicu kekerasan. Ia menyerukan solidaritas, ruang bagi aktivis muda, dan strategi non-kekerasan untuk melindungi komunitas lokal.
Dua Pengacara Pakistan Dipenjara karena Unggahan Media Sosial
Dua pengacara hak asasi manusia di Pakistan dijatuhi hukuman penjara pada 24 Januari 2026 terkait unggahan media sosial yang mengkritik militer. Proses persidangan berlangsung sangat cepat dan memicu kecemasan tentang undang-undang siber PECA.