Para peneliti berhasil menemukan bahwa sel saraf di dalam otak belalang memiliki kemampuan untuk mengenali serta membedakan berbagai senyawa PFAS, termasuk di dalamnya jenis PFOS. Senyawa-senyawa ini dikenal luas sebagai bahan kimia abadi akibat proses penguraiannya yang sangat lambat, sehingga mampu bertahan dalam jangka panjang di dalam air, tanah, serta organisme hidup. Penggunaannya yang masif dalam berbagai produk komersial sehari-hari, mulai dari alat masak antilengket hingga busa pemadam kebakaran, telah memicu masalah kontaminasi lingkungan yang serius dan meluas.
Hingga kini, proses deteksi PFAS di lingkungan masih bergantung pada instrumen laboratorium yang mahal dan tidak praktis untuk penggunaan di lapangan. Guna mengatasi kendala tersebut, para ilmuwan menguji potensi serangga dengan cara merekam aktivitas saraf dari bagian otak belalang yang memproses bau ketika serangga dipaparkan pada gas yang mengandung senyawa PFAS.
Eksperimen menunjukkan bahwa setiap senyawa PFAS menghasilkan pola aktivitas saraf yang khas. Sidik jari biologis ini memungkinkan serangga untuk membedakan berbagai bahan kimia tersebut, bahkan pada tingkat konsentrasi yang sangat rendah di area yang tercemar. Fakta bahwa belalang dapat mengenali bahan kimia buatan manusia yang baru tercipta dalam beberapa dekade terakhir ini sangat mengejutkan para peneliti, mengingat serangga tersebut tidak pernah berevolusi bersama zat-zat itu di alam.
Studi ini berfungsi sebagai bukti konsep yang kuat untuk memanfaatkan sistem biologis dalam memantau tingkat polusi. Saat ini, tim peneliti sedang menguji sampel air yang dikumpulkan dari Michigan guna mengevaluasi efektivitas pendekatan ini di luar lingkungan laboratorium yang terkendali. Ke depan, mereka berharap bisa mengembangkan sensor biologis portabel yang mampu mendeteksi senyawa PFAS secara cepat dan langsung di lokasi pencemaran. Penelitian penting ini telah dipublikasikan dalam jurnal Journal of Hazardous Materials Advances.
Kata-kata sulit
- senyawa — Zat kimia yang terbentuk dari gabungan dua unsur atau lebih.
- penguraian — Proses pemecahan suatu zat menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.penguraiannya
- kontaminasi — Pencemaran lingkungan akibat masuknya bahan berbahaya.
- kendala — Halangan atau masalah yang merintangi suatu proses.
- pola — Bentuk atau cara kerja yang tetap dan khas.
- portabel — Alat yang mudah dibawa dan dipindahkan ke mana-mana.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pemanfaatan sistem biologis hewan dapat membantu mengatasi masalah pencemaran lingkungan di masa depan?
- Apa saja tantangan dalam menggunakan instrumen laboratorium tradisional untuk mendeteksi polusi di lapangan?
- Menurut Anda, mengapa penemuan kemampuan otak belalang ini sangat mengejutkan bagi para peneliti?
Artikel terkait
COP30 di Belém: Tekanan Karibia untuk Keadilan Iklim
COP30 berlangsung di Belém, Brazil, dari 10 hingga 21 November untuk melanjutkan pembicaraan tentang krisis iklim. Negara-negara Karibia menuntut keadilan iklim dan agenda Loss and Damage setelah Hurricane Melissa menyebabkan kerusakan besar.
Forum Jurnalis Sains: Pelajaran dari Pandemi
Science Journalism Forum (30 Agustus—2 September) mengumpulkan jurnalis dan editor secara daring untuk membahas tantangan jurnalisme sains selama pandemi. Konferensi bertujuan memperkuat jaringan dan keterampilan, terutama di negara berkembang.