LingVo.club
📖+40 XP
🎧+25 XP
+45 XP
Belalang Dapat Mengenali Bahan Kimia Berbahaya (Level B2) — industrial harbor with smokestack pollution

Belalang Dapat Mengenali Bahan Kimia BerbahayaCEFR B2

14 Sep 2026

Diadaptasi dari Michigan State, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Chris LeBoutillier, Unsplash

Level B2 – Menengah-atas
5 mnt
271 kata

Para peneliti berhasil menemukan bahwa sel saraf di dalam otak belalang memiliki kemampuan untuk mengenali serta membedakan berbagai senyawa PFAS, termasuk di dalamnya jenis PFOS. Senyawa-senyawa ini dikenal luas sebagai bahan kimia abadi akibat proses penguraiannya yang sangat lambat, sehingga mampu bertahan dalam jangka panjang di dalam air, tanah, serta organisme hidup. Penggunaannya yang masif dalam berbagai produk komersial sehari-hari, mulai dari alat masak antilengket hingga busa pemadam kebakaran, telah memicu masalah kontaminasi lingkungan yang serius dan meluas.

Hingga kini, proses deteksi PFAS di lingkungan masih bergantung pada instrumen laboratorium yang mahal dan tidak praktis untuk penggunaan di lapangan. Guna mengatasi kendala tersebut, para ilmuwan menguji potensi serangga dengan cara merekam aktivitas saraf dari bagian otak belalang yang memproses bau ketika serangga dipaparkan pada gas yang mengandung senyawa PFAS.

Eksperimen menunjukkan bahwa setiap senyawa PFAS menghasilkan pola aktivitas saraf yang khas. Sidik jari biologis ini memungkinkan serangga untuk membedakan berbagai bahan kimia tersebut, bahkan pada tingkat konsentrasi yang sangat rendah di area yang tercemar. Fakta bahwa belalang dapat mengenali bahan kimia buatan manusia yang baru tercipta dalam beberapa dekade terakhir ini sangat mengejutkan para peneliti, mengingat serangga tersebut tidak pernah berevolusi bersama zat-zat itu di alam.

Studi ini berfungsi sebagai bukti konsep yang kuat untuk memanfaatkan sistem biologis dalam memantau tingkat polusi. Saat ini, tim peneliti sedang menguji sampel air yang dikumpulkan dari Michigan guna mengevaluasi efektivitas pendekatan ini di luar lingkungan laboratorium yang terkendali. Ke depan, mereka berharap bisa mengembangkan sensor biologis portabel yang mampu mendeteksi senyawa PFAS secara cepat dan langsung di lokasi pencemaran. Penelitian penting ini telah dipublikasikan dalam jurnal Journal of Hazardous Materials Advances.

Kata-kata sulit

  • senyawaZat kimia yang terbentuk dari gabungan dua unsur atau lebih.
  • penguraianProses pemecahan suatu zat menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
    penguraiannya
  • kontaminasiPencemaran lingkungan akibat masuknya bahan berbahaya.
  • kendalaHalangan atau masalah yang merintangi suatu proses.
  • polaBentuk atau cara kerja yang tetap dan khas.
  • portabelAlat yang mudah dibawa dan dipindahkan ke mana-mana.

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana pemanfaatan sistem biologis hewan dapat membantu mengatasi masalah pencemaran lingkungan di masa depan?
  • Apa saja tantangan dalam menggunakan instrumen laboratorium tradisional untuk mendeteksi polusi di lapangan?
  • Menurut Anda, mengapa penemuan kemampuan otak belalang ini sangat mengejutkan bagi para peneliti?

Artikel terkait

Debu Bulan Bisa Jadi Bahan Bangunan (Level B2)
26 Apr 2026

Debu Bulan Bisa Jadi Bahan Bangunan

Penelitian menunjukkan debu bulan (regolit) dapat memperkuat komposit polimer dan menjadi bahan struktural. Uji laboratorium melaporkan peningkatan kinerja material dan potensi penggunaan untuk habitat dan infrastruktur di Bulan.